Sabtu, 02 November 2013

Violetter

          Violetter, itulah judul blog saya kali ini setelah sebelumnya bernama Senada Cinta. Violetter berasal dari kata ‘violet’ yang berarti warna ungu dan ‘letter’ yang berarti tulisan. Berdasarkan arti dari kedua kata tersebut, saya mendefinisikan Violetter sebagai pecinta warna ungu yang suka menulis. Mengapa harus violet? Karena saya sangat menyukai warna ungu.

            Mengapa berganti judul dari Senada Cinta menjadi Violetter?

            Awalnya, blog ini saya beri nama Senada Cinta karena saat itu blog ini hanya untuk tulisan yang bertema cinta. Tulisan itu bisa berupa puisi, lirik lagu yang saya ciptakan sendiri, cerpen, dan artikel bertema cinta. Namun, seiring berjalannya waktu, saya merasa bosan jika hanya menulis hal-hal yang bertema cinta. Saya ingin menulis hal-hal yang lebih umum dan bervariasi berdasarkan pengalaman-pengalaman yang saya dapat. Saya pun ingin berbagai tema bisa dihadirkan dalam blog ini agar blog ini lebih berkembang. Akhirnya, judul blog ini saya ganti menjadi Violetter. Karena tulisan-tulisan dalam blog saya berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, Violetter dideskripsikan sebagai buah karangan tumbuh subur dari pohon pikiran dengan disiram air pengalaman. Maksudnya, tulisan dalam blog ini terbit berdasarkan hasil pemikiran saya yang tidak terlepas dari pengalaman-pengalaman saya sendiri.




Dengan bergantinya judul blog ini, saya berharap blog ini bisa lebih berkembang dengan menampilkan berbagai jenis tulisan, seperti artikel, puisi, cerpen, dan sebagainya dengan tema yang variatif. Saya pun berharap bukan hanya blognya yang berkembang, melainkan juga kemampuan menulis saya pun ikut berkembang.


Selamat membaca tulisan-tulisan saya berikutnya! Semoga bermanfaat! ^_^ 

Selasa, 29 Oktober 2013

Tentang Sebuah Nama

  Menurut Wikipedia, nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada benda, manusia, tempat, produk (misalnya merek produk) dan bahkan gagasan atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain. Nama dapat dipakai untuk mengenali sekelompok atau hanya sebuah benda dalam konteks, baik yang unik maupun yang diberikan.
Nama manusia umumnya terbagi kepada nama depan dan nama keluarga (marga), contohnya Ali Wijaya, di mana Ali adalah nama depan sedangkan Wijaya adalah marganya. Meskipun begitu, ada pula budaya-budaya yang tidak mengenal konsep tersebut. Ada pula nama panggilan yang merupakan nama khusus yang digunakan dalam bersosialisasi.





Kesalahan penulisan nama seringkali terjadi dalam kehidupan, khususnya dalam lingkup lembaga. Mungkin sebagian orang mengganggap bahwa kesalahan penulisan nama tidak begitu penting. Namun, sebagian besar orang lagi mengganggap bahwa kesalahan penulisan nama merupakan suatu masalah penting. Memang sepertinya kesalahan penulisan nama adalah hal sepele. Misalnya, sering terjadi kesalahan penulisan nama Muhammad. Nama Muhammad dapat ditulis dengan dobel M, yaitu Muhammad, atau single M, yaitu Muhamad. Ada juga yang ditulis Mochammad atau Mokhamad. Kesalahan bisa saja terjadi pada yang seharusnya dobel M menjadi single M atau sebaliknya. Contoh lain pada nama Sandy. Kesalahan bisa pula terjadi pada huruf Y yang ditulis I menjadi Sandi. Sekilas mungkin sangat sepele karena pelafalan yang sama. Namun, kesalahan huruf bisa saja mengubah arti dari nama itu sendiri. Selain itu, kesalahan penulisan nama seperti itu dapat mempersulit administrasi, khususnya dalam dunia kerja. Kesalahan satu huruf saja bisa masuk urusan pengadilan. Wow! Ribet juga yah.. hehe

Nama merupakan sesuatu yang penting. Diperlukan ketelitian dalam menulis nama. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam penulisan nama. Terlihat sepele, tetapi bisa menjadi permasalahan panjang.

Selasa, 02 Juli 2013

Hujan Kala Itu

Merdu gemericik air hujan
Mengalun syahdu
Di kala hati ini sedang merindu
Mengingat hujan kala itu

Hujan sore-sore berirama sendu
Wajah ini lesu, sayu
Lama menunggumu
Dan kumelihatmu!
Datang padaku dengan berlari
Taman hati seketika bersemi

Wajah ini haru
Melihat peluhmu
Bercucuran
Bercampur air hujan

Hujan kala itu
Menyirami kalbu
Menyemaikan cinta
Merdu gemericiknya bahagia


Selasa, 18 Juni 2013

Janji Dua Hati

Tiga tahun ku’ kan menanti
Dirimu tepati janji itu
Berharap kamulah cinta sejati
Yang selalu temani diriku

Tak kusangka dia datang kembali
Dia cintamu di masa lalu
Masih mengharapkanmu tepati janji
Janjimu seperti kepadaku

Reff:
Oohh... Ternyata kamu berjanji
Pada dua hati yang mencintaimu
Maafkanlah ku’ tak bisa menanti
Jika masih ada janjimu
Yang tersimpan di dua hati

Oohh.. Janji dua hati
Yang mana yang akan kaupilih



Penyanyi: Septy Suci Kirani
Ciptaan  : Septy Suci Kirani

Jumat, 24 Mei 2013

MENGALIR SEPERTI AIR (Sebuah Proses Menuju Kebahagiaan)

Hidup itu pilihan. Ada orang yang memilih untuk berbahagia. Ada pula orang yang memilih untuk bersedih. Namun, terlepas dari semua itu, setiap orang ingin berbahagia. Untuk menuju kebahagiaan itu, caranya sangat sederhana. Cukup jalani hidup ini dengan santai. Biarkan proses menuju kebahagiaan itu mengalir seperti air.


Mengalir seperti air, sebuah ungkapan yang seringkali kita dengar. Mungkin beberapa orang sulit menjalani dan membiarkan hidupnya mengalir seperti air. Tiap kali masalah menghampiri, pikiran pun langsung dihantui oleh berbagai persoalan yang harus dihadapi. Tidak jarang karena hal ini, seseorang menjadi stres, galau, dan mengalami berbagai perasaan yang membuatnya tidak nyaman. Hal ini terjadi karena kita menyikapi berbagai persoalan secara berlebihan. Dalam hal ini, tanpa kita sadari, kita telah memilih untuk bersedih.


Dalam hidup, kita tidak bisa terlepas dari masalah. Hal itu adalah wajar. Tidak ada orang yang tidak pernah mengalami masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu, hadapilah segala permasalahan dengan santai. Biarkan segala permasalahan itu terselesaikan seperti air yang mengalir. Kita, subjek dari permasalahan itu, harus menjalani proses itu dengan sebaik-baiknya sebab setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Jalan keluar atau titik terang terbaik akan didapat apabila kita bisa menjalani proses penyelesaian masalah itu seperti air yang mengalir. Dalam hal ini, selalu berpikir positif adalah kuncinya. Dengan demikian, kita telah memilih untuk berbahagia.


Mana yang Kamu pilih? :) []
           

Selasa, 21 Mei 2013

Rindu Itu

Rindu itu saat hati resah..
Rindu itu saat hati gundah..
Rindu itu saat hati gelisah..
Rindu itu saat hati susah..


Rindu itu saat tak mendengar suaranya..
Rindu itu saat tak melihat dirinya..
Rindu itu saat merasa kehilangannya..
Rindu itu saat mencintainya..